Senin, 25 Januari 2016

Nur Mahmudi Buka KBBI Dulu Sambil Ngopi Dong!!!


Ada yang menarik ketika, kalau saya tidak salah sebut, anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Depok, Endah Winarti sedikit memotong penutupan sidang Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Pengumuman Hasil Penetapan Calon Terpilih Walikota dan Wakil Walikota Depok 2016-2021 dan Penyampaian Catatan Rekomendasi terhadap LKPJ AMJ Walikota Depok Masa Jabatan 2011-2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Senin (25/1/2015).

Sambil menenteng sebuah koran harian lokal Depok, Endah meminta Wali Kota Nur Mahmudi yang resmi lengser pada Selasa (26/1/2015) untuk kembali mengkaji sebuah program seriusnya dalam mengelola sampah di Depok bernama Partai Ember yang resmi dilaunching pada Minggu (24/1/2015) dengan menggandeng artis Indra Bekti sebagai 'juru kampanye'. Dia mengaku baru membaca berita tentang Partai Ember yang digagas Nur itu dari koran tersebut.

'Interupsi' Endah tersebut sontak dinilai menjadi aneh atau semacam hal lelucon bagi para hadirin yang ada di Gedung DPRD tersebut termasuk beberapa awak media. Endah dinilai usulan atas koreksinya itu tidak perlu lantaran Partai Ember sudah resmi dirilis atau sudah kadung berdiri. Tetapi sesungguhnya apabila hadirin baik dari anggota DPRD, SKPD, Ormas, petinggi partai dan para awak media itu mau melek bahasa Indonesia, apa yang diusulkan Endah ini ada benarnya.

Mungkin benar bahwa dengan penggunaan kata 'Partai', orang akan mengira bahwa Nur Mahmudi benar-benar telah membuat sebuah partai politik, meskipun kedengarannya lucu, yakni Partai Ember. Padahal niatannya sendiri membikin Partai Ember hanya untuk membentuk kelompok sadar lingkungan yang mengelola sampah organik, anorganik dan residu seperti yang diberitakan beberapa media antara lain Kompas.com, Tempo.co, Okezone.com, Viva.co.id dan media lainnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencatat tiga pengertian kata 'partai', 1. Perkumpulan (segolongan orang) yang seasas, sehaluan dan setujuan (terutama di bidang politik); 2. Penggolongan pemain dalam bulu tangkis dan sebagainya seperti untuk penggunaan partai ganda atau partai tunggal; 3 kumpulan barang dagangan yang tidak tentu banyaknya, contohnya "kita boleh membeli 'partai' besar atau 'partai' kecil."

Pertanyaannya, pengertian kata 'partai' manakah yang dirujuk oleh Nur Mahmudi pada penggunaan Partai Ember yang digagasnya. Apakah merujuk pada pengertian pertama, yang berarti Partai Ember ini merupakan gagasan kelompok berpolitik yakni untuk mencapai kekuasaan, apakah pengertian kedua yakni Partai Ember ini tak lain adalah semacam kelompok pertandingan badminton, atau yang terakhir bahwa Partai Ember adalah barang dagangan? Nah, saya kira asumsi apapun dari tiga pengertian tersebut rasanya tidak relevan dengan penggunaan Partai Ember Nur Mahmudi.

Hal ini mengisyaratkan bahwa wali kota yang sudah 10 tahun berkuasa di Depok itu tidak sadar bahasa Indonesia atau jangan-jangan membuat kata seenaknya asal terdengar sederhana, mudah diingat dan unik dalam melakukan programmnya, meskipun pembentukan Partai Ember itu menurut Tempo.co mengacu pada Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

Sampai di sini, bukan saya nyinyir atau sok tahu, dan bukan pula tidak setuju dengan niatan mulia mantan Menteri Kehutanan era Gusdur itu dalam membentuk Partai Ember. Saya dan mungkin anggota DPRD Depok, Endah Winarti agak merasa risih dengan penggunaan kata 'partai' pada Partai Ember itu, karena saya yakin sebagian besar orang akan memaknakan Partai Ember adalah berorientasi pada sikap politik, meskipun hal tersebut tidak benar sama sekali.

Dengan demikian, ada baiknya penggunaan Partai Ember ini bisa dikaji kembali oleh Nur Mahmudi yang sudah tidak bisa lagi duduk di kursi empuk Balaikota Depok. Nur Mahmudi sebaiknya buka-buka sejenak KBBI sambil minum kopi biar woles kalau mau menggunakan kata-kata atau istilah yang ingin populer. Karena hal elementer ini akan sangat lucu dan bisa ditertawakan oleh orang lain. Apalagi Pak Nur dikabarkan akan bertarung memperebutkan 'kursi panas' Bakal Calon Gubernur DKI jakarta. Hmm...

Kamis, 08 Oktober 2015

Sajak Sajak Ali Mifka

Ada yang Tak Kunjung Selesai
Ada yang tak kunjung selesai
Dari geliat narasi utopis
Teka-teki hidup demikian akrab
Sekaligus tak mudah dipercaya
Fragmen-fragmen nasib bersilang acak
Seiring menuntut segala sesuatu
Untuk selesai di ribuan awal yang lain
Hidup menyimpan tragedi bunuh diri jutaan jawaban
Dari berbagai pertanyaan yang asing

Kita ringkih, pedih, dan kesetiaan pada akhirnya
Adalah kekhawatiran menerka peristiwa esok hari


Arungi Senyummu
Dan ku arungi senyummu
Di sepanjang senja yang kelu
Aroma tatapmu
Menerjemahkan air mata
Di sela-sela doa yang hangat

Aku hanya menemukan satu jatah langkah
Dalam seribu langkah menemuiu
Itupun hanya ikhlas menatapmu
Namun diantara kertas, pena dan hatiku
Dirimu utuh disini

Dan kuarungi senyummu
Sepanjang keheningan puisi
Yang tergagu menahan rindu kuarungi senyummu

 
Apa Lagi
Apa yang akan kita ceritakan lagi
Tentang hidup hari ini
Ketika angin terbenam di lembah
Dan bayangan menggigil di ucap malam gelap?
Tak usah kita mengendap-mengusir sungai-sungai
Kita mencintai hidup seperti kehausan mencintai mata air
Sepanjang kita setia pada hidup
Kita masih bisa melupakan angin malam yang dingin
Dan berangkat menuju ke sana;
Ke atas bukit yang belum kita kenal



Kita Hanya Mampu Menjadi Puisi
Kutulis surat ini untuk hatimu
Ketika manusia begitu retak memahami cinta
Riwayat mata kita telah berkarat, saudaraku
Kita tak perlu terus berdusta membiarkan
Air mengalir, membiarkan api menyala
Udara kini adalah napas yang patut kita curigai
Hari-hari kita untuk setia menganyam kesaksian

Kita akan menjadi seribu usia, saudaraku
Yang bicara lewat ziarah puisi
Tentang mereka yang melepuh menyebut luka-duka
Di surau-surau yang dihancurkan para kekasih yang berkhianat
Tetapi kita tak mampu menjahit luka-duka
Kita hanya mampu mengubah pisau-pisau
Menjadi kain kasa dan kapas putih

Kita mampu mencintai mereka, saudaraku
Karena itu membuat puisi kita terjaga setiap malam
Juga malam membuat kita harus menulis bulan
Dan di pagi hari kita menggigil mengusung keranda kemanusiaan

Bacalah, saudaraku…
Luka-duka ini butuh semacam jeda
Sebelum pedih menjawab semua tanda tanya dengan keajaiban
Kita harus mulai menari, saudaraku
Hari ini bukan sekadar sebuah pertemuan
Tetapi puisi jalang yang menegaskan bisik
Kabarkan segalanya menurut hatimu, saudaraku
Aku adalah kematian bagi sejengkal ragu dan takutmu
Bagi luka-duka kita hanya mampu menjadi puisi

Kirim surat untuk kesetiaanku, saudaraku
Jika hari-hari dirayapi sepi
Dalam gelisah, ternyata, kita harus pergi
Untuk ziarah pada setiap jejak sejarah
Dan harus pulang untuk kembali berbenah

Kutulis surat ini untuk hatimu
Ketika dunia begitu tak sesederhana yang kita kira


 
Puisi Kematian Bulan
Senja di rimba
Lolong adalah runcing bahasa
Yang membidik aum di taring kata

Bulan ditusuk dingin
Terpuruk di lubuk-lubuk cermin
Geram di semak-semak
Dendam di rongga dada

Senja di rimba
Bulan telah mati di sana

 
Tentang Suratmu
Kepadamu:
Surat-surat yang kaukirimkan
Berserakan begitu saja
Di kesunyian ruang gerakku
Belum mampu aku membacanya
Bahkan satu kata pun

Sebebas kata, begitu pula aku ingin merdeka mengenalmu

Senin, 05 Oktober 2015

Menikmati Konser Anatomia Do Grunge



Komunitas pecinta musik Grunge dan Negative Creep Clothing menggelar konser Anatomia Do Grunge di Rossi Cafe Fatmawati Jakarta, Minggu (4/10) hingga larut malam.

Beberapa band Grunge dari berbagai daerah yang tampil antara lain Jangan Syirik, Mati Muda, Sugar Kane, Marigold, Kamar Busuk, Sociology, The Kill, The All Innocent, Wajik, Syndrome Noise, The Northside, Cacat Mental, Backdoor, Toilet Sounds, Shockbreaker dan Coburn.

Ratusan penggemar musik Grunge sudah memenuhi area Rossi sejak siang dengan pakaian kucel khas celana jeans robek, belel, kaus oblong dan kemeja flanel.

Mereka tampak asik menghayati tembang-tembang yang dimainkan band-band yang tampil. Ruangan yang tak begitu luas itu pun gaduh dengan teriakan.

Menjelang malam, band asal Bandung, The All Innocent (T.A.I) tampil setelah Marigold, The Northside dan Cacat Mental. Band T.A.I yang sudah dibentuk sejak 1997 itu menggeber empat lagu yang membuat para pecinta Grunge tak hentinya bergoyang.

Penampian T.A.I memang salah satu yang ditunggu oleh para pecinta Grunge. Gaya manggung sang vokalis, Achill yang liar dan tak mau diam seolah mengisyaratkan ekspresi dan emosi bermusiknya.

Apalagi saat membesut tembang Trilogika yang dimainkan cukup unik dengan menggunakan dua bass sekaligus. Penonton tak mau beranjak dan terus moshing atau head bang sambil berloncatan di atas panggung.

Konser Anatomia Do Grunge memang semacam ajang reuni para penggemar musik Grunge yang dipelopori oleh band-band asal Seattle Amerika, seperti Nirvana, Pearl Jam, Sonic Youth dan lainnya.

Pengaruh musik Grunge itu hadir ke Indonesia era 90-an dan memunculkan event-event dari band Grunge lokal Indonesia baik di Bandung, Jakarta dan daerah lain.

Salah satu band Grunge bentukan era 90-an adalah Shocbreaker yang juga ditunggu-tunggu. Empat lagu yang dimainkan cukup mengobati rindu para penggemarnya. Apalagi saat mereka memainkan tembang Cewe An***G. Hampir seisi ruangan Rossi Cafe bernyanyi bersama.

Semakin malam, konser semakin memanas. Terlebih giliran band-band yang tampil cukup membuat heboh ratusan pecinta Grunge. Giliran band Backdoor memainkan lagu-lagu andalannya.

Muhammad Abdul Qodir alias Dul, vokalis Backdoor langsung menggeber Come AS You Are milik Nirvana. Dul yang juga anak musisi Ahmad Dhani ini diacungi jempol oleh para pecinta Grunge. Dia dianggap sebagai salah satu ikon Grunge Indonesia yang cukup diperhitungkan.

Penampilan Backdoor yang juga memainkan empat lagu semakin menambah suasana konser memanas. Kerumunan ratusan pecinta Grunge menghadirkan moshing yang tak teratur tetapi tetap damai.

Di sela-sela penampilannya, Dul meminta para pecinta Grunge tetap menjaga kekompakan. "Saya minta semuanya solid ya," ujarnya sambil langsung memainkan tembang penutup dari Nirvana, Negative Creep.

Tak berhenti di situ, puncak konser Anatomia Do Grunge dimeriahkan oleh Coburn, band yang tengah naik daun. Empat lagu yang dimainkan Coburn membuat ruangan tak berhenti berteriak mengikuti tembang yang dinyanyikan satu persatu.

Adapun, band penutup konser Grunge tersebut adalah Toilet Sounds. Band ini sudah berkarya sejak 1998 lalu. Band yang digawangi tiga orang ini cukup membuktikan banhwa Grunge akan tetap hidup dan terus akan meregenerasi.

Rabu, 23 September 2015

Para Gurandil Pongkor

Usai sudah nasib para penambang emas liar milik PT Antam (Persero) Tbk. yang berlokasi di Pongkor, Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Pada akhir pekan lalu, perusahaan bersama aparat kepolisian dan Satpol PP berhasil menutup 241 lubang dan membongkar 1.126 bangunan pengolahan emas gelundung serta 125 tangki pengolahan emas ilegal.

Keberadaan para penambang liar atau sering disebut gurandil di Pongkor sudah dilakukan sejak Antam beroperasi pada 1994. Pada 1998, jumlah para gurandil semakin bertambah dan massif baik dari kegiatan penambang maupun pengolahnya.

Dampak sosial pun terjadi akibat makin merebaknya para gurandil itu. Tingkat keamanan di kawasan lokasi penambangan rapuh. Salah satunya terjadi pembakaran kantor administrasi Antam pada unit bisnis pertambangan emas (UBPE) Pongkor.

"Pembakaran itu mengakibatkan berhentinya operasi perusahaan selama 10 hari saat itu. Pembakaran kantor administrasi Antam di Pongkor terjadi pada Desember 1998. Hanya berselang 3 bulan setelah kerusuhan di Jakarta saat itu," ujar Tri Hartono, Sekretaris Perusahaan PT Antam (Persero) Tbk., pada Bisnis, Selasa (22/9).

Penambangan liar di wilayah Kecamatan Nanggung sejak saat itu berjalan secara sistematis dan terstruktur. Issue illegal mining di wilayah Pongkor tersebut kerap dijadikan penelitian baik oleh institusi pendidikan maupun lembaga penelitian.

Dalam banyak jurnal ilmiah disebutkan bahwa penambangan liar di Pongkor melibatkan banyak pihak diantaranya adalah pemilik modal yakni penyandang dana pembuat lubang dan pengolahan gelundung dan tangki, preman, oknum penjaga lubang, tukang pahat, tukang pikul, pemilik pengolahan gelundung dan tangki, hingga penadah hasil emas tersebut.

Perputaran uang dari hasil bisnis penambangan liar pun cukup besar. Hal itu terlihat dari barang bukti yang diamankan Polres Bogor saat penutupan lokasi penambangan liar tersebut. "Dari penadah saja mencapai Rp400 juta," katanya.

Menurut Tri, keberadaan gurandil semakin sistemik dan memengaruhi struktur sosial dan budaya di masyarakat. Terlebih, jika terdapat gurandil yang tertangkap oleh kepolisian setempat, mereka melakukan demonstrasi menuntut agar para gurandil dibebaskan.

Tri mengatakan penegakan hukum tidak terjadi di wilayah Kecamatan Nanggung, seiring pada bisnis emas liar tersebut diduga dikuasai oleh kartel-kartel pemilik lubang dan pemilik pengolahan illegal. "Namun itu sulit untuk dibuktikan. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian."

Dampak dari penambangan liar lain adalah pencemaran lingkungan yang massif oleh para gurandil. Mereka menggunakan merkuri untuk mengolah emas, tetapi sebagian gurandil juga mengolah hasil galiannya menggunakan tangki sianida.

"Keduanya tidak diolah limbahnya, tapi langsung dibuang ke lingkungan yakni di persawahan maupun ke sungai Cikaniki," paparnya.

Menariknya, para gurandil yang mengincar emas di lokasi tambang Antam tersebut bukan masyarakat asli Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, tetapi banyak warga pendatang.

Akibatnya, seringkali terjadi konflik horizontal antara warga asli dan pendatang. Dampak penambangan liar bagi Antam secara teknis memengaruhi operasional penambangan.

Para gurandil dalam aksinya mampu menembus operasi produksi di bawah tanah dan kemudian melakukan pencurian ore yang memengaruhi siklus produksi tambang dalam.

Selain berpengaruh pada potensi kerawanan kekuatan batuan, keberadaan para gurandil itu menghambat proses peledakan dalam satu shift kerja perseroan.

Tri menjelaskan peledakan adalah salah satu bagian dalam proses penambangan bawah tanah cut and fill. Jika hal tersebut terjadi, dilakukan strategi khusus agar target penambangan tetap tercapai.

Antam sendiri, kata dia, tidak dapat menghitung secara spesifik kandungan dari lubang-lubang ilegal tersebut. Karena sebagian lubang penambangan liar mampu menembus lokasi operasi produksi.

"Sebagian lain tidak menembus dan para gurandil membuat lubang yang tidak memenuhi ketentuan keselamatan kerja karena itu tidak safety untuk dimasuki," katanya.

Produksi utama emas Antam sejatinya berasal dari dua wilayah antara lain tambang bawah tanah Pongkor, Bogor dan Cibaliung, Banten. Realisasi produksi ore di Antam UBPE Pongkor pada 2014 mencapai sebesar 382.000 WMT dan realisasi produksi emas (Au) sebesar 1,6 ton.

Tri mengakui pada dasarnya Antam tidak dapat menghitung selisih produksi yang dihasilkan para gurandil dan Antam sendiri. Namun berdasarkan keterangan petugas Kepolisian Resor Bogor kepada para gurandil saat melakukan penertiban, satu tangki pengolahan emas mampu menampung kapasitas 300 karung/beban ore dengan rerata berat 30 kg/karung.

Para gurandil itu, kata Tri, tidak menggunakan penghitungan teknis ekstraksi sianidasinya. Mereka, lanjutnya hanya menggunakan catatan pengalaman para gurandil lain dalam mengolah hasil galian.

Dia memberi contoh, 30 kg sianida untuk satu tangki dan seterusnya. Sementara satu tangki berkapasitas 300 karung tersebut mengekstraksi emas selama 24 jam dan mampu menghasilkan lebih kurang satu kg emas.

“Tentu data tersebut perlu diteliti lebih lanjut, tapi inilah data yang dihimpun melalui wawancara dengan para penambang liar oleh kepolisian," paparnya.

Saat ini Antam memiliki tujuh tunnel produksi tetapi yang aktif ada empat tunnel yakni tunnel MHL500, dua tunnel Gudang Handak, dan tunnel L600. Adapun, Ijin Usaha Pertambangan (IUP) ANTAM UBPE Pongkor sampai dengan 2021.

Tri menjelaskan target produksi emas dari tambang Pongkor Bogor dan Cibaliung Banten pada tahun ini hampir sama dengan target produksi pada 2014, yaitu di level sekitar 2,5 ton. Namun untuk penjualan emas pada 2015, pihaknya akan meningkatkan target dibanding tahun lalu di level 10 ton emas.

Perseroan, kata dia tahu betul apa yang harus dilakukan setelah penutupan lokasi tambang liar yang disebut-sebut merugikan lebih dari Rp1 triliun itu. Salah satunya Antam akan bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Masyarakat asli Kampung Ciguha sendiri saat ini berjumlah sekitar 170 kepala keluarga. Jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pendatang. Dengan demikian pihaknya berkomitmen memperhatikan seluruh aspek baik lingkungan, ekonomi dan sosial budaya.

"Persoalan penting dalam mencegah kembali munculnya para penambang liar adalah memerhatikan masyarakat yang dulu bergantung pada aktivitas penambangan liar melalui suatu program alih daya."

Menurutnya, konsesi bersama dinilai penting terwujud agar para gurandil tidak kembali. Jika para gurandil tidak beraktivitas, dipastikan lingkungan setempat dapat terjaga.

Perseroan juga, kata dia, mengharapkan penerapan program penanganan ilegal mining di Pongkor akan menjadi contoh penanganan penambangan liar di seluruh Indonesia.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto saat menggelar rapat dengan Bupati Bogor Nurhayanti, Senin (21/9) ihwal perkembangan penertiban penambang liar di kawasan Antam akan menindaklanjuti hasil tersebut.

Suyudi menjelaskan para otal gurandil akan dikenakan hukuman sesuai pasal 161 Undang-Undang No. 4/2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dan Undang-Undang No. 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sanksi pidana.

Dia mengklaim hingga akhir Agustus lalu pihaknya berhasil menangkap beberapa pelaku penambang liar. Menurutnya, penanganan penertiban PT Antam tidak bisa dilakukan secara parsial oleh salah satu pihak, melainkan melibatkan seluruh stakeholder.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengaku khawatir terkait kawasan Pongkor sebagai kawasan aneka tambang yang dihuni oleh para gurandil yang membahayakan keselamatan dan lingkungan.

Pihaknya berencana akan membentuk tim bersama beberapa instansi, terutama terkait masalah alih profesi para gurandil yang sudah ditertibkan. Musababnya dari 100% gurandil, sekitar 30% adalah masyarakat Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor.

“Kami akan lakukan upaya tindak lanjut dengan penuh kehati-hatian, agar penertiban ini tidak berdampak negatif terhadap warga masyarakat sekitar. Kami ingin penertiban ini justru bisa memberikan manfaat untuk masyarakat terutama di wilayah Kecamatan Nanggung,” paparnya.

Sumber: Bisnis.com

Rabu, 31 Desember 2014

Menyeruput Kopi Terbaik JJ Royal Coffee

Tak bisa diragukan lagi, budaya minum kopi di masyarakat Indonesia sangat tinggi. Di rumah, pos ronda, terminal, kantin, hingga kantor, kopi kerap kali tertuang dengan seduhan yang beragam. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Berdasarkan data Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian pada 2012, produksi kopi di Indonesia mencapai 691.163 ton. Sementara produktivitasnya mencapai 745 kilogram per harinya.

Sayangnya, masyarakat Indonesia belum banyak mengenal seperti apa kopi terbaik yang seharusnya dikonsumsi. Mitos -mitos tentang kopi bahkan kerap berseliweran memenuhi pikiran. Konon, kopi bisa menyebabkan sakit perut, diabetes, asam lambung, gigi menguning dan banyak lagi.

Padahal bila proses mengonsumsi dengan baik, kopi justru bisa berdampak positif. selain bisa menghilangkan kantuk, kopi juga baik untuk meningkatkan aktivitas seksual. “Asalkan yang dikonsumsi produk kopi murni,” papar Clarissa Halim, Head of Product Development and Advertising Sugar Group Companies kepada Bisnis belum lama ini.

Kopi terbaik yang diproduksi 100% murni tanpa campuran bisa ditemukan di Indonesia. PT JJ Royal yang meluncurkan produk JJ Royal Coffee merupakan afiliasi usaha dari Sugar Group Companies. JJ Royal Coffee menghadirkan sekitar 14 macam kopi terbaik antara lain Arabika single-origin dari Toraja, Mandailing, Papua, Flores, Mandailing Decaf Organik, Gunung Biru, Kayu Mas Jawa, kopi blend serta kopi Robusta dari dataran tinggi.

JJ Royal sebelumnya lebih memilih untuk mengekspor kopi terbaik Specialty Grad 1 dibandingkan untuk keperluan konsumsi lokal. Namun, seiring perlunya edukasi bagi masyarakat, JJ Royal meluncurkan produk terbaru yakni JJ Royal Kopi Tubruk yang dijual kemasan. Jenis kopi terbaru yang berkelas ini bisa ditemukan di pasar modern hingga warung-warung pinggir jalan. “Ini semata-mata untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya mengonsumsi kopi murni,” katanya.

JJ Royal Kopi Tubruk Specialty Grade 1 merupakan perpaduan antara biji kopi murni Specialty Grade 1 dengan jenis kopi original lainnya. Sehingga, masyarakat bisa mengkonsumsi kopi kelas terbaik hanya dengan merogoh kocek Rp2.500 untuk satu gelas atau satu sachet kopi.

Jenis kopi sendiri secara umum terbagi menjadi empat yakni Arabika, Robusta, Liberika dan Ekselsa. JJ Royal hanya memproduksi kopi Arabika dan Robusta saja. Produk yang diolah JJ Royal Coffee sudah tercatat berdasarkan Standar Special Coffee Association of Amerika (SCAA). Di dunia kopi, kelas premium bukanlah nomor wahid untuk kualitas kopi terbaik. Akan tetapi, Specialty Grad 1 lah yang menjai kopi kelas kakap. Clarissa mengklaim JJ Royal Coffee merupakan yang pertama kali mempelopori kopi kelas terbaik tersebut atau Specialty Grad 1. “Kebanyakan di Indonesia, para pesaing kita paling tinggi hanya menyajikan kopi premium saja,” ujarnya.

Proses pemilihan kopi produksi JJ Royal Coffee masih menggunakan cara manual atau dengan memetik dengan tangan. Cara tersebut sengaja dilakukan guna mendapatkan kualitas kopi yang benar-benar matang. Sementara, jika menggunakan mesin, pemilihan kopi di pohon tidak akan akan tercampur dengan kopi mentah lainnya.

Setelah dipetik pun, kopi produksi JJ Royal Coffee masih perlu diseleksi melalui proses lainnya seperti pencucian, permentasi, pengeringan, pelepasan kulit hingga penyortiran. Sehingga, dari semua tahap seleksi panen tersebut, kopi yang diolah rerata hanya mencapai 10% saja. “Untuk itu, harga JJ Royal Coffee lebih tinggi karena rejected-nya jauh lebih banyak.”

Sistem panen kopi JJ Royal Coffee melibatkan petani kopi di berbagai daerah produsen seperti Flores, Jawa, Aceh dan daerah lainnya. Untuk memelihara kualitas dan cita rasa, perusahaan membina petani. Sementara sisanya, JJ Royal membeli secara lepas dari petani lain. Dia mengatakan, dengan melakukan strategi seperti itu, JJ Royal Coffee menjadi terdepan untuk produsen kopi kelas terbaik di Indonesia.

Namun, kehadiran JJ Royal Kopi Tubruk belum lama ini memicu tanggapan dari berbagai kalangan. Pihaknya menerima beragam testimoni bahwa produk baru tersebut tidak akan berhasil dipasarkan di Indonesia. Mengingat, lidah kebanyakan warga Indonesia masih belum membedakan mana kopi terbaik dan mana kopi murahan. Cemoohan tersebut tidak menyurutkan langkah JJ Royal Coffee untuk terus melangkah. “Buktinya, antusiasme masyarakat sangat positif dengan adanya kopi Specialty Grad 1 berbentuk kemasan ini,” ungkapnya.

Menghadirkan kopi tubruk dengan harga terjangkau tetapi berkelas, membuat pihaknya berharap stigma tentang kopi di Indonesia bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Untuk sekedar perbandingan, produk kopi luwak asal Indonesia ketika dijual di Amerika bisa tembus hingga US$100 per gelas. Di Prancis, kopi Gunung Biru tembus hingga €8, sementara kopi Toraja di Jepang sama dengan US$10 per gelas. Di Indonesia sendiri, untuk menikmati kopi JJ Royal Coffee terbaik tidak sampai memakan Rp3.000.

Dari semua produk,  JJ Royal Coffee menawarkan dua macam kopi bubuk dan biji. Clarissa mengklaim sejak hadirnya produk JJ Royal Coffee, tidak sedikit masyarakat membeli mesin kopi sendiri hanya untuk membuat sajian kopi biji produksi JJ Royal Coffee. Sementara untuk cara penyajian, pihaknya memberikan masukan agar setiap kopi diseduh dalam temperatur 80-100 derajat celcius. “Justru kalau diseduh dengan air mendidih, akan menghilangkan rasa dan aroma kopi,” ujarnya.

*Diterbitkan di Bisnis Indonesia

Senin, 12 Mei 2014

Icip-icip Kelezatan Rempah Kita

Iringan musik Kolintang Agape, sebuah kelompok yang biasa bermain di acara-acara kegerejaan terdengar ritmis saat pembukaan restoran Rempah Kita di Plaza Indonesia Jakarta, Kamis (10/4). Betapa tidak, lagu-lagu khas daerah macam Si Patokaan, Ina Ni Keke, Lisoi, Anging Mamiri, Waktu Hujan Sore dan lagu lainnya mengalun indah.

Tentunya, lagu-lagu tersebut menambah semarak tatkala pengunjung menyantap aneka menu makanan. Suasana pun terasa khidmat menambah kelezatan masakan serasa lebih Indonesia sesuai menu-menu yang disajikan.

Restoran Rempah Kita berlokasi di mal Plaza Indonesia Jakarta. Sebelumnya, restoran tersebut bernama Lada Merah. Manajemen mengubah nama lantaran pemilihan nama Rempah Kita lebih mewakili Indonesia. "Karena semua menu yang ditawarkan khas masakan Nusantara," papar Michael Irawan, Chef Manager Rempah Kita.

Dengan demikian, pengunjung dimanjakan oleh lebih dari seratus menu masakan khas Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan pulau-pulau di Nusantara lainnya. Dari ribuan masakan khas Indonesia, Rempah Kita menyeleksi menu-menu khusus yang sudah terdengar akrab untuk dijadikan masakan andalan.

Masakan Padang, siomay Bandung, woku, soto Lamongan, gudeg Yogyakarta, dan menu lainnya merupakan sebagian dari masakan yang disediakan Rempah Kita. Siomay Bandung hasil racikan Rempah Kita misalnya, diklaim sebagai siomay terenak dibandingkan dengan siomay produksi lain.

Dari semua menu Nusantara tersebut, kelebihan dan keunggulannya terdapat pada cara penyajian, proses memasak dan bumbu-bumbu racikan khas Rempah Kita. Setiap menu disajikan dengan unsur kearifan lokal Indonesia, seperti halnya dekorasi dan desain interior restoran. Selain untuk menambah kekhasan Nusantara, pemilihan desain interior juga membuat kenyamanan tersendiri bagi pelanggan.

Untuk menikmati masakan khas Rempah Kita, Anda tidak perlu merogoh kocek mahal. Cukup dengan Rp35.000-Rp85.000, masakan yang dipesan sudah bisa mengenyangkan perut. nasi rempah kita ayam, misalnya dibanderol seharga Rp55.000. Salah satu menu andalan ini terdiri dari ayam goreng, pepes telor asin, udang goreng, sambal dan lalapan segar.

Beberapa menu lain yang bisa membuat ketagihan antara lain seperti nasi Padang dendeng balado, nasi uduk Jakarta empal, nasi timbel pasundan, mie ayam Bangka, soto mie Bogor dan aneka menu lainnya.

Bahan-bahan yang diracik untuk disajikan terhadap pelanggan dihasilkan dari sumber produksi berkualitas. Untuk itu, Rempah Kita menghadirkan sumber daya manusia yang sudah berpengalaman di bidang masak-memasak. Maka jangan heran, jika menu utama hingga camilan diproduksi sendiri tidak menggunakan bantuan tenaga lain.

Camilan macam keripik singkong, kentang goreng, kroket, risolles, lumpia, pempek dan lainnya dibikin sendiri dengan racikan bumbu khas Remoah Kita. "Jangan khawatir bahwa semua camilan bukan dibeli dari pasar, tetapi kami bikin sendiri," ujarnya.

Sementara, untuk aneka minuman, Rempah Kita menyajikan berbagai menu unik yang biasa dinikmati. Sebut saja es kopyor, cendol, es campur Jakarta, dan es tropis yang bisa mengusir rasa dahaga. Kesemua jenis minuman tersebut dibanderol seharga Rp10.000-Rp45.000.

Lily Tanti, salah satu pemilik Rempah Kita mengatakan pihaknya tengah gencar berpromosi mengenalkan restoran khas masakan Nusantara tersebut. Rencananya, pada pertengahan bulan ini, Rempah Kita membuka promo all you can eat seharga Rp150.000 untuk per hari. 

“Jadi pelanggan untuk sehari tersebut bisa menikmati semua makanan sesukanya. Setelah makan misalnya, Anda bisa jalan-jalan, nonton, belanja kemudian setelah lapar, kembali lagi ke sini, makan lagi,” ujarnya.

Konsep restoran berdekorasi gaya 1960-an tersebut rencananya juga akan menampilkan live music dengan pillihan musik khas Nusantara seperti halnya permainan yang ditampilkan Kolintang Agape pada pembukaan restoran. “Intinya, kami ingin mengangkat semua unsur Nusantara di restoran Rempah Kita ini,” paparnya.

*Bisnis Indonesia Weekend

Jpret

Namanya Jpret. Sejak lahir, menginjak masa anak-anak, remaja hingga dewasa, tetap saja dia dipanggil Jpret. Lelaki miskin berambut panjang itu ngoceh sendiri membicarakan hiruk pikuk suasana politik di Indonesia. Sesekali para lawan mainnya menimpali. Namun sesungguhnya dia sedang ngomong sendiri dalam pertunjukan monolog Jpret dari Teaeter Mandiri yang digelar di Teater Salihara Jakarta, Minggu (13/4).

Monolog  Jpret dikemas dengan tata panggung sederhana. Sebuah layar terbuat dari kain terbentang. Di tengah layar sengaja dibuat bolong sebagai ilustrasi layar televisi. Satu kursi, kotak suara, toilet, meja makan dan remote control adalah artistik yang terpajang di arena pertunjukan. Monolog tersebut mengangkat sebuah kisah pahit-manis demokrasi dalam pemilihan umum di Indonesia.

Jpret antusias untuk memberikan hak suaranya memilih calon anggota legislatif (caleg). Seperti diketahui, pada masa kampanye, kebanyakan para caleg memajang foto untuk dikenal publik di beberapa medium. Tiang listrik, pohon, benteng, angkutan kota dan sarana lainnya merupakan ajang promosi wajah-wajah para caleg. Terkadang wajah-wajah mereka, para caleg itu tampil di beberapa media dengan wajah yang sama, mengumbar senyum seolah mereka berperilaku baik dan manis.

Adalah Putu Wijaya, penulis naskah dan sutradara Jpret yang sebelumnya naskah tersebut diberi judul Kroco. Kroco merupakan sebuah naskah untuk dilakonkan pada ulang tahun seorang aktor legendaris, Amoroso Katamsi yang ke-70 tahun. Naskah tersebut dibuat pada 1999 menjelang pemilu. Namun, karena beberapa alasan, naskah Jpret tidak jadi dipentaskan. Dan, bisa terlaksana tahun ini bertepatan dengan Pemilu 2014.

Monolog Jpret dimainkan oleh Bambang Iswantoro, Alung Seroja, Lela Lubis, Dwi Hastuti, Ucok Hutagalung, dan Gandung Bondowoso dari Teater Mandiri. Jpret merupakan pementasan terakhir dari rangkaian ulang tahun Putu Wijaya yang ke-70. Naskah Bila Malam Bertambah Malam dan Hah sendiri ditampilkan pada 11-12 April 2014.

Pada pementasan Jpret, cara penyutradaraan Putu Wijaya tampak terlihat jelas. Unsur realisme, humor, kritis bahkan absurd menjadi satu kesatuan yang utuh. Kita bisa melihat sendiri bagaimana Jpret bisa berbicara langsung dengan presenter televisi yang sesungguhnya berada pada dunia yang berbeda. Tetapi itulah Putu Wijaya, dia kerap mengobrak-abrik estetika dalam sebuah karya.

Pemakaian bahasa yang menggedor daya kejut penonton menjadi ciri khas lain dalam menyampaikan pesannya. Politik misalnya, dia sebutkan secara tidak langsung sebagai praktik menyengsarakan rakyat. Bukan sebaliknya, memberikan kesejahteraan yang pantas.

Alur pementasan Jpret tidak bisa ditebak. Teror mental yang sudah lama digaungkan Putu diam-diam menyelip di beberapa percakapan antara Jpret, presenter televisi, para caleg dan seorang nenek tua, yang dalam pementasan tersebut menjadi nenek tiri Jpret.

Salah satu kritik pedas untuk menyindir Pemilu di Indonesia adalah ketika sang nenek dan Jpret didatangi para calon Presiden. Mereka menanyakan berbagai kebutuhan rakyat jika mereka terpilih jadi Presiden. Padahal sebagai pemimpin, seharusnya tahu keinginan rakyat, bukan sok peduli dan terjun ke lapangan.

Adegan ketika Jpret mencoblos, disuap, dan dibunuh merupakan cerminan perilaku politik kotor yang terjadi di Indonesia. Siapa yang banyak uang, di situlah politik berkuasa. Kita bisa saksikan, bagaimana ketika seorang berada di tempat pemilihan suara (TPS) seperti Jpret didatangi para caleg untuk memilih mereka sendiri. Di sini, Putu dalam panyutradaraannya ingin menekankan bahwa cara-cara kotor tersebut betul-betul terjadi.

Monolog Jpret memang cukup berhasil menggiring penonton menertawakan kondisi politik yang ada di Indonesia. Dari segi cerita dan pesan, Putu memang piawai menghadirkan dengan bahasa ungkap yang lugas. Namun, sekadar catatan, masalah teknis pada pementasan Jpret ini sangat disayangkan.

Permainan cahaya, musik pengiring, jeda antar adegan tampak terlihat kurang persiapan dan latihan yang matang. Kalau boleh disebut, persiapan Teater Mandiri untuk pementasan Jpret kurang maksimal. Sehingga, penyorotan cahaya ketika setiap aktor dan aktris yang masuk ke arena teater kerap terlihat lambat. Beruntung, beberapa kekurangan tersebut bisa ditutupi dengan aksi-aksi improvisasi para aktor.

*Bisnis Indonesia Weekend

Traversing Cultures

Sebuah boneka barbie menyerupai seorang perempuan tampak berdiri tegak. Boneka itu hasil modifikasi dua seniman asal Yogyakarta R. Bonar alias Otong dan Fahla F. Lotan alias Dila. Wajah boneka terlihat garang lantaran dipenuhi kaki-kaki tarantula.

Menggunakan dinamo, boneka dinamakan Mother Wisdom itu berputar. Pengunjung pada pembukaan pameran Traversing Cultures di Galeri Indonesia Kaya Jakarta pada 8 April 2014  hanyut terbawa putaran indah sang boneka. Konon, putaran tersebut memiliki filosofi tersendiri.

Dila dan Otong mengatakan inspirasi pembuatan boneka yang kini memiliki nilai seni itu datang dari Dewi Sri sebagai salah satu legenda perempuan di Jawa. Dewi Sri dinilai sebagai sosok bijaksana. Dia banyak menaburkan aura positif ke setiap orang. "Putaran boneka Mother Wisdom sendiri sebagai filosofi hidup perempuan untuk terus menebarkan kebaikan," papar Dila.

Dila dan Otong merupakan seniman asal Yogyakarta tergabung dalam Thedeo MixBlood. Keduanya adalah kelompok seni yang terlibat dalam berbagai eksperimen seni rupa. Thedeo MixBlood banyak menghasilkan karya-karya eksperimen dan hiperbolis untuk mengungkapkan sebuah karya di hadapan khalayak.

Pada pameran digelar 8-30 April 2014 ini, mereka menampilkan 6 karya seni rupa gabungan antara mainan anak dan hasil imajinasi menggunakan objek-objek modern. Mainan diambil dari koleksi pribadi dan hasil pengumpulan dari beberapa kerabat untuk dijadikan bahan seni yang bernilai tinggi.

Ciri khas Thedeo MixBlood bisa terlihat dari daya liar imajinasi sang seniman. Pada karya The Big Mission misalnya. Boneka Donal Bebek sebagai dasar mainan disulap menjadi sebuah karya seni berupa monster yang biasa dimainkan atau dimiliki kalangan anak-anak. Baik Dila maupun Otong tampak gemar memainkan instrumen dan aksesori lain menjadi gubahan karya yang elegan.

Namun demikian, penambahan barang-barang tidak terpakai pun tidak luput untuk mereka manfaatkan. Penggunaan kain pel misalnya, berhasil padukan pada celah-celah kosong untuk membuat warna karya terkesan unik dan menarik dipandang mata. Meskipun, pada dasarnya, boneka Donal Bebek masih menjadi objek utama dalam karya tersebut.

Thedeo MixBlood juga tidak sungkan berimajinasi lebih liar mengubah sebuah mobil mainan menjadi karya seni yang sangat historis. Karya tersebut bisa dilihat pada Buraq Transformation. Otong mengibaratkan Buraq, sebagai kendaraan Nabi Muhammad ketika diangkat oleh Tuhan ke langit lapis tujuh. "Kami andaikan kendaraan Nabi saat itu lebih canggih dari kendaraan saat ini," papar Otong.

Pada karya berjudul Dasamuka, mereka menghadirkan beberapa tokoh seperti Angry Bird, Joker dan pahlawan-pahwalan kartun yang kerap tayang dilayar kaca anak-anak. Karya tersebut digabungkan menjadi sebuah ksatria berpenampilan menyeramkan sambil memegang sebuah senjata.

Sementara pada karya The Rising of the Guardian, lagi-lagi Thedeo MixBlood menampilkan bahan-bahan kain pel untuk menambah aksen warna. Tema karya yang diusung mereka tetap mengedepankan kisah-kisah kepahlawanan yang berkarakter kuat. Maklum, keduanya mengaku sama-sama pecinta mainan sejak kecil.

Pameran Traversing Culture tersebut menyoroti lintas batas antara beragam nilai budaya seperti tradisional dan moderen. "Untuk itu kami hadirkan budaya lokal seperti mitos Dewi Sri yang pada beberapa karya lain mengedepankan tokoh hero yang akrab di berbagai kalangan," papar Dila.

Sejak berkesenian bersama-sama pada 2009, keduanya kerap memamerkan karya di beberapa tempat. Mereka juga mengklaim menciptakan karya bukan sekadar untuk merayakan dan mengembangkan hobi. Namun, tak jarang beberapa kolektor jatih cinta terhadap karya-karya Thedeo MixBlood. “Kebanyakan kolektor kami berasal dari luar,” ujar otong.

*Bisnis Indonesia Weekend

Menghajar Menu Restoran Hyde

Kawasan Kemang, Jakarta Selatan dikenal sebagai salah satu pusat gaya hidup warga Jakarta. Di Kemang, terdapat beberapa tempat yang bisa dijadikan sebagai ajang pertunjukan, galeri, restoran, kafe, bar dan lainnya. Tidak heran jika banyak investor membuka usaha di kawasan Kemang. Selain menjanjikan, Kemang memang menjadi kawasan yang terus hidup.

Bicara soal restoran, Kemang memang gudangnya. Hampir di setiap titik, tempat makan berjejer dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Masing-masing restoran memiliki konsep tersendiri guna menggaet calon pelanggan. Tak terkecuali restoran Hyde yang berlokasi di Jl. Taman Kemang 1A No. 8, Kemang Jakarta Selatan.

Memasuki Hyde, Anda akan terpukau dengan suasana restoran yang mengusung konsep go green. Restoran sekaligus bar tersebut berdiri pada akhir 2013 yang menawarkan suasana interior yang artistik.

Aneka macam bunga berwarna-warni menggantung di atap restoran akan menyambut Anda yang bisa menggugah selera makan menjadi bertamabah. Selain menggantung di atap, bunga-bunga indah juga menempel di segala penjuru dinding. Pemilihan meja makan yang elegan dibuat khusus untuk memanjakan pelanggan. Sehingga, interior restoran ini akan membawa Anda serasa menikmati pemandangan alam hijau nan asri.

Di Hyde, pelanggan juga akan dimanjakan oleh aneka musik dan penampilan disk jockey (DJ). Alunan musik yang menghentak dari mulai R&B, jazz hingga musik klasik akan menemani Anda menyantap menu-menu yang disajikan.

Pada akhir Maret lalu. Hyde menggelar acara perdananya Bubbly Brunch. Sebelum menikmati makan siang, pengunjung disuguhi aneka menu spesial yang tidak akan pernah didapatkan di restoran lain. Menu Scrambled Eggs on Toast menjadi salah satu jawara pada Bubbly Brunch tersebut.

Menu ini terdiri dari daging sapi yang disajikan secara tipis, mushroom, telor dadar, tomat dan sosis. Sebelum menyantap makan siang, menu ini memang cocok untuk sekadar mengganjal perut kosong Anda setelah sebelumnya menyantap sarapan. Apalagi paduan untuk menu ini sangat cocok dengan minuman House Pouring Sparkling Wine. Setelah melahap daging dan mushroom, tentu wine yang ditawarkan mampu menetralisir rasa yang melekat dilidah.

Untuk menu reguler, Hyde juga menawarkan aneka makanan yang banyak disukai lidah Indonesia. Spaghetti Aglio merupakan satu dari menu spesial di Hyde. Ditaburi cabai merah yang segar, spaghetti ini memberikan rasa ‘menantang’. Apalagi, taburan udang yang menggoda membuat masakan ini tidak boleh terlewatkan untuk disantap. Dijamin, mi kenyal pada spaghetti ini akan membuat Anda ketagihan.

Bagi Anda penyuka burger, tenang saja. Di restoran ini, segala macam menu hampir semuanya tersedia. Cukup menunggu sejenak sambil menikmati suasana tempat yang membuat betah, Anda akan disuguhi Hyde The Cheese Burger. Inilah salah satu burger dikemas semi tradisional yang tampak indah terlihat.

Dipadu dengan kentang goreng, telor setengah matang dan sayuran di atas talenan, penyajian burger tentunya terkesan unik dan membuat Anda penasaran. Lalu bagaimana cara menikmati burger ini? Monggo, sesuai selera Anda, mau mencicipi kentang terlebih dahulu atau langsung melahap burgernya silahkan. Yang jelas, kelezatan menu ini tidak akan mengecewakan Anda.

Selain itu, aneka seafood juga tersedia. Anda bisa memesan Herb Crusted Salmon yang berisi ikan salmon, kentang dan kacang Prancis yang digoreng dicampur dengan lemon. Ada juga Seafood Vol Au Vent yang terbuat dari roti kering dicampur udang, tomat, bawang hijau dan tambahan wine putih. Racikan menu makanan ini tentu akan memberikan rasa yang tidak akan terlupakan di lidah.

Dan jangan lupa, aneka minuman yang disajikan pun cukup beragam. Mulai dari Virgin Berry Kiss, Berry the Kiss Mocktail, Sour Samurai, Floating Avocado hingga Flavored Ice Tea dan aneka cocktail lainnya. Harga yang ditawarkan kesemua menu mulai Rp35.000-Rp1 juta. Uniknya lagi, di restoran Hyde menyajikan menu makanan untuk anak-anak seperti Junior Fish & Chips hingga Chicken Cordon Bleu yang merupakan sajian mini khusus untuk disantap kalangan anak-anak.

Menikmati Kelezatan Ayam Goreng Kyochon

Berkunjung ke Gandaria City Mal di kawasan Jakarta Selatan tidak cukup hanya untuk berbelanja saja. Atau hanya sekadar nongkrong, jalan-jalan cuci mata dan nonton. Namun, ada banyak hal yang bisa dinikmati. Salah satunya wisata kuliner.

Menyantap seafood atau fast food? Ah, itu mah sudah biasa. Di Gancit, begitu orang biasa menyebut, tepatnya di Mainstreet Level UG Unit MU29-30 kini hadir restoran khusus yang menyajikan aneka ayam goreng. Kyochon namanya. Restoran asal Korea yang berdiri sejak 1991 itu baru saja membuka outlet terbarunya di Gancit.

Ingrid Firmansyah, Chief Executive PT Kyochon Indonesia mengatakan konsep restoran Kyochon memang berbeda dibandingkan dengan restoran serupa yang kini menjamur di Indonesia. "Konsep kita bukan fast food," paparnya. "Ayam yang disajikan melalui proses dan tahapan berbeda. Jadi wajar saja jika pelayannya agak sedikit lama. Namun kualitas tetap terjamin."

Menu Kyochon Original Series misalnya. Ayam goreng ini terutama Original Wings kaya akan aroma bawang putih spesial. Dagingnya empuk dilapisi dengan tepung yang renyah dan saus kedelai yang lezat. Anda bisa memilih paha, dada dan sayap dengan cita rasa yang ditawarkan Kyochon.

Kyochon pada tahun ini sudah memiliki tiga outlet antara lain di Pacific Place Level 4 Unit 57-69, Kota Kasablanka di Food Society UG unit FSU10B dan tentunya di Gandaria City yang ukurannya lebih luas hingga bisa menampung 100 pelanggan. Rencananya, hingga akhir tahun, Kyochon akan membuka 10 outlet.

Outlet Kyochon di Gandaria City terbilang mudah dijangkau. Lokasi bangunannya yang masih baru cocok bagi Anda untuk menyantap sekadar makan siang atau ngemil. Selain disajikan sebagai lauk, ayam Kyochon nikmat sebagai makanan camilan. "Tetapi tetap saja yang namanya orang Indonesia tidak pernah lepas dari nasi. Makanya pelanggan yang berkunjung biasanya kebanyakan makan sama nasi," papar Inggrid.

Kyochon juga menawarkan aneka macam nasi seperti Galbi Chicken Steak dengan nasi goreng Kimchi dan Grilled Skewers Rice. Tak lupa, menu pelengkap lain yang bisa dilahap yaitu Chicken Salad, Rice Cake Soup dan Kimchi Soup. Coba juga Anda cicipi ayam goreng Red Series. Jenis ayam ini disajikan khusus oleh Kyochon dengan rasa pedas dari cabe merah segar asal Korea.

Rada pedas yang menyerap di seluruh daging akan membuat lidah ketagihan. Cabe merah yang tertuang dalam Red Series ini pas dan bikin segar. Menu ini cocok bagi Anda penyuka makanan yang pedas-pedas. Namun, tentunya belum lengkap jika menu-menu yang disantap tidak segera dinetralisir oleh minuman yang disediakan macam wine, bir, hingga minuman bersoda.

Semua menu yang ditawarkan di Kyochon akan dimasak setelah pelanggan melakukan pemesanan. Inilah cirri khas yang dikembangkan Kyochon. Proses memasak dengan metode benar dan teruji menjadikan aneka menu ayam goreng tetap terawatt kelezatannya. Maka tidak heran, jika di Korea dan beberapa negara termasuk Indonesia, Kyochon menjadi salah satu tempat favorit kawula muda untuk menikmati kelezatan ayam goreng renyah tersebut.

Lalu menu apa lagi yang ditawarkan restoran yang sempat menyabet The Best Chicken Wing oleh BBC New York ini? Ini dia, Honey Series yang tak akan Anda dapatkan di restoran selain Kyochon. Menu spesial khususnya Red Wings bisa dinikmati dengan saus madu yang manis. Untuk tampilan ayam jenis ini, Anda akan terbuai dengen kerenyahan krispinya. Selain lembut, tepung untuk ayam goreng Honey Series ini sangat lezat untuk dinikmati.

Terakhir, yang tidak boleh Anda lewatkan adalah Salsal Series. Menu Soy Salsal Salad adalah dada ayam yang dikemas mungil-mungil ini diproduksi khusus kaya akan protein. Sajian dan tampilannya tampak indah dengan dibubuhkannya jeruk nipis. Hehingga aroma asamnya akan terasa kuat menusuk hidung. Namun, kerenyahannya lagi-lagi sangat pas terutama ketika Anda mencoba pada gigitan pertama.